Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Kebiruan

Ini hanya perihal waktu Ketika kau jenuh merasa diperolok di tengah kesendirianmu Ketika kau merasa pupus sebab enggan menikmati detik yang mengganggu Perihal waktu Kau harus sabar Dengan luka yang membiru

Tersengaja

Banyak yang ter-rindukan Seperti kesengajaan yang banyak Tertunduk tapi inginnya tampak Seperti malu yang jumlahnya melimpah Seperti kekeringan air melipat dahaga Sebenarnya butuh apa? Bukannya semua pergi begitu saja? Mengelu-elu 'pun kabarnya tlah sirna Padahal yang salah adalah dia Mengurung diri sampai dagingnya jadi menyusut Sementara pikiran me-reset ulang Dalih-dalih buram yang dititipkan di sini Gantinya belum memumpuni Hanya Dia, begitu kan?

Pantas saja

Padahal aku punya ribuan jam untuk berbincang dengan Rabb-ku Namun barang semenit ku heningkan damai, bosan rasanya tuk meminta Padahal aku punya bibir tuk melantunkan pinta padaNya Namun berat ternyata tuk hamparkan harap sedang amal masih sesaat-sesaat

Tentang Emak

Bu.. Cintamu yang kuat sekokoh mutiara, mampu meredamkan lemah tangis Yang hampir hilang asa haus ditengah dahaga Ma.. aku ingin pulang Mengadukan duka yang terlambat dideskripsikan Hingga membuih menyisakan kepelikan Ma.. disini aku minim perhatian Berharap temukan yang bisa bertukar pertolongan Namun kuterima keengganan Ma.. mungkin kurangku berlebihan Senyumku kekurangan Uluran tangan ku tak sampai di terdepan Ma.. ajarkan ku cinta yang kuat Sekuat hatimu melawan hujat Seteduh jiwamu sabar dalam penat Ma.. izinkan ku mengadu luka Memeluk hangat tubuhmu Menawar sakit yang mulai membiru Ma.. bolehkan ku kembali Membawa perih di hati Dengan mu semoga terobati SD Negeri 104607 Sei Rotan, Maret 19 2019

Tatapan

Tatapan yang Indah Tatapan yang kurindukan 'tuk berhadir Tatapan yang nantinya kan jadi aduan mata yang paling ku suka Tatapan penuh cinta Tatapan yang penuh keyakinan tuk bersama Tatapan yang menguatkan bahwa penyesalan ditiadakan dengan hanya memilikiku dan mu Tatapan itu.. Tatapan penuh kegilaan sebab ketergilaan rasa pada pasangannya Tatapan yang menghapuskan status tua kita Tatapan..

Menyenangkan lah

Menunggu itu memang menyenangkan Kau bisa berbagi dengan waktu hanya tuk menyatakan betapa kau kesulitan untuk tetap bertahan Menyinggahi tiap-tiap ruang yang bisa kau temui sampai menemukan perihal yang tepat Sembari menumpuk tanya, kapan pertemuan bisa didapat Lubuk Saban, Agustus 5 2019

Gunung

Cerita gunung Memberikan banyak kisah Banyak sampai jumlahnya disegani untuk ditelaah kembali Sebahagian dari kita yang punya kisah, akan kesulitan bergegas tuk menemukan celah yang baru Sebab celah yang lama terlalu nyaman tuk ditinggali Terlalu rumit tuk dimengerti sebab mengapa memilih 'tuk tinggal Gunung lagi Wajah-wajahnya lekat begitu memori terulang Masing-masing terpatri sampai mudah mengingat yang terlewat Sekali lagi gunung Kuingin kembali Berteman kembali

Maafken

Tentang tulisan-tulisan Maafkan jika mereka terlalu liar dan menjijikan Sebab ini hanya narasi saja yang keluar tanpa kabar

Nanti

Membersamai belum tahu Menginginkan belum mampu Kau masih di mana? Menjaga hanyalah satu cara Menjejaki waktu hingga bertemu Dirimu bermahkotakan ilmu Kupanjatkan kusemogakan

Ku ingin Berdamai

Aku yang belum terbiasa atau kau memang realistis tentang dirimu Tapi saat ini kau belomba dengan dinginnya malam Hingga hangatku sirna untuk meraupmu kembali dalam angan dan angan Inginnya mencipta ruang tuk bicara Namun tutur mu tajam menusuk tak sisakan waktu Seolah aku bersalah tak terhingga Lisanmu hanya lukai aku Ya, aku Yang terbiasa dengan mu Juli 9 2019 00.46 Teruslah begitu hingga ku kuat berdamai dgn jiwaku